Siaran Pers & Informasi Aktual

PERINGATAN DINI KEKERINGAN EKSTREM DI KABUPATEN ALOR
  Thomas Y. Blegur  /     12 September 2026

Peringatan Dini Kekeringan Ekstrem Kabupaten Alor - Update 10 September 2026
Peringatan Dini Kekeringan Ekstrem Kabupaten Alor — Pemutakhiran 10 September 2026
PERINGATAN DINI: Sejumlah wilayah di Kabupaten Alor telah mengalami periode Hari Tanpa Hujan (HTH) yang sangat panjang hingga mencapai lebih dari 60 hari. Kondisi ini perlu diwaspadai karena curah hujan Dasarian I September 2026 masih berada pada kategori rendah dan peluang hujan signifikan pada Dasarian II September masih rendah.

Kalabahi-Alor, 12 September 2026 — Stasiun Meteorologi Kelas III Mali-Alor, BMKG, mengimbau masyarakat Kabupaten Alor untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kekeringan yang berkepanjangan hingga ekstrem. Imbauan ini disampaikan berdasarkan hasil pemantauan Hari Tanpa Hujan (HTH) berturut-turut, analisis curah hujan Dasarian I September 2026, serta prediksi probabilistik curah hujan untuk Dasarian II September 2026.

Hari Tanpa Hujan Mencapai Lebih dari 60 Hari

Hasil pemantauan hingga 10 September 2026 menunjukkan bahwa sejumlah wilayah di Kabupaten Alor telah mengalami periode hari tanpa hujan yang sangat panjang.

Beberapa lokasi bahkan telah mencapai lebih dari 60 hari tanpa hujan, yang termasuk dalam kategori Ekstrem Panjang (Extremely Long). Kondisi tersebut terpantau di sekitar:

  • ARG Alor (Kokar)
  • Pos Kalabahi
  • AWS Pailelang

Sementara itu, Stasiun Meteorologi Mali-Alor dan Pos Mebung berada pada kategori Sangat Panjang (Very Long), yaitu 31–60 hari tanpa hujan.

Periode tanpa hujan yang panjang tersebut menunjukkan bahwa kondisi kering telah berlangsung cukup lama di sejumlah wilayah Kabupaten Alor dan perlu diantisipasi, khususnya terhadap ketersediaan air untuk kebutuhan masyarakat, pertanian, dan peternakan.

Curah Hujan Dasarian I September Masih Rendah

Berdasarkan Analisa Curah Hujan Dasarian I September 2026, sebagian besar wilayah Kabupaten Alor berada pada kategori curah hujan rendah, dengan akumulasi curah hujan sekitar 0–20 mm.

Kondisi curah hujan yang rendah tersebut belum mampu mengurangi secara signifikan dampak dari periode hari tanpa hujan yang telah berlangsung panjang. Apabila kondisi ini terus berlanjut, ketersediaan air pada sejumlah sumber air, mata air, maupun sumber air permukaan berpotensi semakin berkurang.

Peluang Hujan Signifikan Masih Rendah

Prediksi probabilistik curah hujan Dasarian II September 2026 menunjukkan bahwa peluang terjadinya curah hujan dalam jumlah signifikan masih rendah di sebagian besar wilayah Nusa Tenggara Timur.

  • Peluang curah hujan >20 mm masih relatif rendah.
  • Peluang curah hujan >50 mm masih rendah.
  • Peluang curah hujan >100 mm juga masih sangat rendah.
  • Sebaliknya, peluang curah hujan <50 mm mencapai 91–100% di sebagian besar wilayah Nusa Tenggara Timur, termasuk wilayah Kabupaten Alor.

Dengan kondisi tersebut, masyarakat Kabupaten Alor perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan berlanjutnya periode kering dalam beberapa waktu ke depan.

Dampak yang Perlu Diwaspadai

  • Ketersediaan air: berkurangnya ketersediaan air bersih, air baku, serta debit mata air dan sumber air permukaan.
  • Pertanian: terganggunya pertumbuhan dan produktivitas tanaman akibat terbatasnya ketersediaan air.
  • Peternakan: berkurangnya ketersediaan air minum dan pakan bagi ternak.
  • Kebakaran lahan dan vegetasi: vegetasi yang semakin kering dapat meningkatkan potensi terjadinya kebakaran, khususnya apabila terdapat aktivitas pembakaran yang tidak terkendali.

BMKG Imbau Masyarakat Hemat Air

Menghadapi kondisi tersebut, Stasiun Meteorologi Kelas III Mali-Alor mengimbau masyarakat, pemerintah daerah, petani, peternak, dan seluruh pihak terkait untuk melakukan langkah-langkah antisipasi, antara lain:

  1. Menghemat dan menggunakan air secara bijak, terutama untuk kebutuhan prioritas.
  2. Menyiapkan serta mengoptimalkan cadangan air untuk menghadapi kemungkinan berlanjutnya periode kering.
  3. Mengantisipasi kebutuhan air untuk pertanian dan peternakan.
  4. Tidak melakukan pembakaran lahan dan vegetasi secara sembarangan.
  5. Meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran lahan dan vegetasi.
  6. Terus memantau informasi cuaca dan iklim terbaru dari BMKG.

BMKG Terus Melakukan Pemantauan

Stasiun Meteorologi Kelas III Mali-Alor akan terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan Hari Tanpa Hujan, curah hujan, serta kondisi cuaca dan iklim di wilayah Kabupaten Alor.

Masyarakat diimbau untuk mengikuti informasi dan pembaruan resmi BMKG sebagai acuan dalam melakukan langkah antisipasi terhadap dampak kekeringan.

Peringatan dini ini bersifat dinamis dan akan diperbarui sesuai perkembangan kondisi cuaca dan iklim terkini.

Ringkasan Kondisi

ParameterKondisi
Pemantauan10 September 2026
Hari Tanpa HujanHingga >60 hari di beberapa lokasi
Kategori tertinggiEkstrem Panjang (>60 hari)
Lokasi terpantau >60 hariARG Alor (Kokar), Pos Kalabahi, AWS Pailelang
Stamet Mali & Pos MebungSangat Panjang (31–60 hari)
Curah Hujan Dasarian I SeptemberDominan 0–20 mm (Rendah)
Prediksi Dasarian IIPeluang hujan signifikan masih rendah
Peluang hujan <50 mm91–100% di sebagian besar wilayah NTT
🔴 PESAN UTAMA

Kondisi kekeringan di Kabupaten Alor perlu diwaspadai. Sejumlah wilayah telah mengalami hari tanpa hujan lebih dari 60 hari, sementara curah hujan pada Dasarian I September 2026 masih berada pada kategori rendah. Prediksi Dasarian II September menunjukkan peluang hujan signifikan masih rendah. Masyarakat diimbau untuk menghemat penggunaan air, menyiapkan cadangan air, mengantisipasi kebutuhan pertanian dan peternakan, serta mewaspadai potensi kebakaran lahan dan vegetasi.
Pemutakhiran informasi akan dilakukan sesuai perkembangan kondisi cuaca dan iklim terkini pada 20 September 2026.

Kalabahi, 10 September 2026


STASIUN METEOROLOGI KELAS III MALI-ALOR

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG)

Share on WhatsApp
Share on Telegram


Peringatan Dini Cuaca
NTT Hari Ini!

PERINGATAN DINI CUACA: Waspada terhadap kekeringan ekstrem (hari tanpa hujan >60 hari), serta potensi angin kencang dengan karakteristik kering, yang dapat meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kabupaten Alor.